Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

11 Pelaku Penyerangan Cebongan Masih Diperiksa

Written By bopuluh on Selasa, 09 April 2013 | 00.36

SEMARANG, KOMPAS.com - Sebanyak 11 anggota Kopassus, tersangka penyerangan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cebongan, Sleman, Yogyakarta hingga saat ini masih menjalani serangkaian pemeriksaan.

Semuanya diperiksa di Markas Polisi Militer Daerah Militer (Pomdam) IV/Diponegoro, Jalan Yos Sudarso Semarang. "Mereka sudah tiba sejak kemarin (Senin 8/4/2013) sekitar pukul 16.30, oknum TNI yang diduga tersangka sudah berada di Semarang dan masih menjalani serangkaian pemeriksaan," ujar Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Inf Widodo Raharjo saat memberikan konferensi pers, Selasa (9/4/2013).

Widodo mengatakan, setelah tiba kesebelas orang kemudian menjalani pemeriksaan administrasi yang meliputi identitas dan lainnya. Kemudian juga dilakukan pemeriksaan kesehatan . "Hal ini harus dilakukan sebagai rangkaian persyaratan dalam penyelidikan, untuk mengetahui sehat atau tidak, kalau sehat ya dilanjut," tambahnya. 

Dalam konferensi pers ini, Widodo didampingi Kasi Penyelidikan, Kriminalitas dan Pengamanan Fisik Pomdam IV/Diponegoro Mayor CPM LB Murdiyanto.

Menurut Widodo, pemeriksaan tersebut masih dilanjutkan hingga hari ini, dan belum selesai. Sebab itu belum ada yang bisa disimpulkan.

Di samping 11 terduga pelaku tersebut, juga dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yakni petugas lapas dan pemeriksaan saksi tahanan. "Petugas Lapas diperiksa di Yogyakarta kemarin. Dan besok pagi juga akan dilakukan pemeriksaan saksi tahanan 31 orang," ujar Widodo.

Pomdam sangat berharap penyelidikan bisa dilakukan secepat dan sesingkat mungkin. Sebab itu pihaknya tidak memiliki target waktu, namun akan dilakukan secepatnya.

Selain terduga dan para saksi, Widodo mengaku juga sudah dilakukan pemeriksaan terhadap komandan grup. Ia mengatakan proses peradilan terhadap para terduga pelaku penyerangan akan dilakukan secara terbuka. 

Editor :

Glori K. Wadrianto


00.36 | 0 komentar | Read More

Arsitek Harus Berpikir Out of The Box

www.designboom.com

Arsitek harus mampu menghasilkan karya yang efisien, fungsional dan imajinatif.

www.designboom.com

Desain yang bersahaja, mengakomodasi selera dan kebutuhan manusia, dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman.

www.designboom.com

Material seng, tripleks dan kaca menjadi unsur penting terbentuknya desain yang ergonomis, dan maksimalisasi visual.

KOMPAS.com - Ketika seorang arsitek diberi kebebasan mendesain, ia tidak hanya harus mampu menciptakan karya yang efisien dan berkesadaran lingkungan juga menghasilkan karya yang imajinatif. Setelah melewati proses pendidikan selama bertahun-tahun, para arsitek diasumsikan mampu berpikir "out of the box".

Inilah yang dilakukan oleh duo arsitek, Brad Wray dan Nicolas Russo. Mereka menggarap ruang kerja mereka sendiri. Rancangan desainnya disesuaikan dengan selera dan kebutuhan masing-masing. Meski demikian, mereka menghindari desain ruang kerja yang tampak modern, canggih, dan rumit. Keduanya justru menciptakan ruang kerja sederhana dan nyaris tampak seperti sebuah gubuk.

Material yang dimanfaatkan adalah seng dan tripleks. Kedua material ini merupakan unsur utama dalam konstruksi ruang kerja bernama Branch Studio itu. Branch Studio memiliki kapasitas dua hingga tiga area kerja mungil. Luasan dan bentuk bangunannya kompak, dan ergonomis. Meski terbilang mungil, di dalam studio ini juga terdapat ruang rapat yang dapat menampung lima kursi.

Dari luar, bentuk ruang kerja ini tampak bersahaja. Kesederhanaan ini akan sirna begitu kita memasukinya. Unsur kaca berukuran besar yang merupakan bagian dari fasad, menghapus kesan bahwa studio ini hanya sebuah gubuk yang teronggok di  tempat terpencil.

Brad Wray dan Nicolas Russo tampaknya tidak ambil pusing dengan pemilihan bahan-bahan untuk kantor mereka yang berlokasi di Victoria, Australia tersebut. Tujuan utama mereka adalah memaksimalkan pemandangan di sekeliling bangunan dan membuat kantor mereka mampu menyatu dengan sekelilingnya. Tentunya, sembari membuat ruang yang membuat penghuninya lebih produktif.

Apa yang mereka mimpikan rupanya tercapai. Tidak hanya tampak menyatu dengan sekeliling, kesan "mentah" yang ada pada studio ini tampil cantik di antara pepohonan dan tanah berpasir. Selain itu, seng yang dicat warna-warni yang menutupi bangunan ini justru membuatnya tampak edgy dan tidak kumuh.


00.36 | 0 komentar | Read More

Tak Ada Artis dalam Daftar Caleg PKS

JAKARTA, KOMPAS.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengajukan 487 calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebanyak 487 caleg diajukan sebagai wakil rakyat untuk tingkat Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dari ratusan calon itu, tak ada artis yang masuk dalam daftar caleg PKS.

Ketua DPP PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan caleg yang diusung merupakan kader yang dididik dalam program kaderisasi partai.

"Tidak ada satu pun yang artis. Kami bukan anti artis, tapi kami partai yang mengutamakan kaderisasi. Alhamdulillah, kader kami sudah cukup memenuhi kualifikasi," kata Hidayat, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (9/4/2013).

Selain itu, PKS juga sudah menetapkan Presiden, Sekretaris Jenderal, dan Ketua Majelis Pertimbangan Partai untuk tidak maju sebagai caleg. Hal ini untuk memfokuskan para pimpinan partai itu mengurus partai.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho mengungkapkan, caleg PKS terdiri dari 302 orang laki-laki (62 persen) dan 185 orang perempuan (37,9 persen). Selain itu, tambahnya, caleg yang diajukan mayoritas berpendidikan S-1 dan berusia 30-40 tahun. Adapun, untuk strata pendidikan yakni tingkat SMA 5 persen, tingkat S-1 53 persen, S-2 32 persen, dan S-3 15 persen.

"Semua dapil yakni 77 dapil dipenuhi semua, tidak ada dapil yang kosong," imbuhnya.

Sedianya, seluruh daftar caleg ini akan diserahkan PKS pada hari, tetapi diundur Kamis (11/4/2013) mendatang karena adanya hambatan dalam pengiriman berkas dari daerah-daerah.

Editor :

Inggried Dwi Wedhaswary


00.36 | 0 komentar | Read More

Yenny Wahid akan Bawa Gerbong NU ke Demokrat

Written By bopuluh on Minggu, 07 April 2013 | 00.36

Yenny Wahid akan Bawa Gerbong NU ke Demokrat

Penulis : Sabrina Asril | Minggu, 7 April 2013 | 14:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Yenny Wahid resmi bergabung ke Partai Demokrat. Bergabungnya Yenny ke partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono itu diperkirakan akan membawa sejumlah tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU).

"Beberapa tokoh muda NU juga ikut dibawa bu Yenny untuk menjadi caleg dari Partai Demokrat. Jumlahnya ada puluhan," ujar anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok, saat dihubungi wartawan, Minggu (7/4/2013).

Mubarok mengatakan bahwa Yenny juga sempat ditawari untuk menjadi caleg Partai Demokrat. Namun, Yenny masih belum menyatakan kesanggupannya. Pasalnnya, nama Yenny juga masuk dalam bursa calon wakil ketua umum Partai Demokrat.

Sebelumnya, kabar bergabungnya Yenny Wahid ke Partai Demokrat mulai tercium dari pernyataan Ketua Harian Partai Demokrat Syarief Hasan. Syarief mengaku, komunikasi Yenny dengan Partai Demokrat semakin intensif. Tetapi, Syarief belum mau mengungkap bergabungnya Yenny ke Partai Demokrat.

Mubarok memastikan bahwa Yenny Wahid memang sudah bergabung. Ajakan untuk bergabung bahkan langsung dilayangkan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono kepada Yenny.

"Yenny bahkan sempat datang ke Bali, satu pesawat sama saya. Tapi di KLB, dia hanya tengok-tengok saja," kata Mubarok.

Menurut Mubarok, Yenny menjadi kandidat kuat wakil ketua umum Partai Demokrat lantaran kini partai itu membutuhkan satu orang wakil ketua umum yang mewakili kaum perempuan.

Yenny Wahid merupakan putri kedua Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid. Yenny berkecimpung di dunia politik dengan bergabung ke Partai Kebangkitan Bangsa.

Ia sempat menjadi Sekretaris Jenderal di partai bernafaskan Islam itu. Namun, Yenny kemudian keluar dari PKB dan mendirikan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB). Dia juga yang menjadi Ketua Umum PKBIB, salah satu partai yang tak lolos verifikasi KPU.

Editor :

Ana Shofiana Syatiri


00.36 | 0 komentar | Read More

Jepang Akan Tembak Jatuh Rudal Korut

Jepang Akan Tembak Jatuh Rudal Korut

Minggu, 7 April 2013 | 14:26 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Jepang akan memerintahkan angkatan bersenjatanya untuk menembak jatuh setiap rudal Korea Utara yang menuju ke wilayah Jepang, kata sejumlah laporan media, Minggu (7/4), saat Pyongyang dilaporkan tengah bersiap untuk menembak rudal.

Perintah itu dapat dikeluarkan Menteri Pertahanan Jepang, Itsunori Onodera, hari Minggu ini atau "dalam satu atau dua hari (mendatang)," lapor harian Yomiuri dan kantor berita Jiji.

Perintah itu tidak akan dipublikasikan agar tidak mencemaskan publik, lapor kantor berita Kyodo yang mengutip sumber-sumber pemerintah. Kyodo melaporkan, berdasarkan perintah itu, sejumlah kapal perusak Aegis yang dilengkapi rudal pencegat yang berbasis laut akan dikerahkan di Laut Jepang sehingga kapal-kapal itu bisa mencegat rudal Korea Utara jika rudal itu punya kemungkinan mendarat di wilayah Jepang.

Menurut media Korea Selatan, Korea Utara telah memasukkan dua rudal jarak menengahnya ke peluncur bergerak (mobile) dan kemudian menyembunyikannya di dekat pantai timur. Langkah itu memicu ketakutan akan adanya peluncuran dalam dekat yang dapat meningkatkan ketegangan.

Korea Utara telah memberikan anjuran evakuasi kepada beberapa kedutaan besar asing di ibukota Pyongyang. Negara itu memperingatan bahwa pihak tidak bisa menjamin keselamatan mereka setelah April 10 jika konflik pecah. Namun sebagian besar kedutaan menyatakan tampaknya para stafnya akan tetap tinggal di sana sambil terus memantau perkembangan.

Kementerian Pertahanan Jepang telah mengeluarkan perintah seperti itu tiga kali di masa lalu, yaitu pada April 2009 dan April serta Desember tahun lalu, ketika Korea Utara meluncurkan apa yang disebut sebuah satelit. Ini akan menjadi yang pertama perintah seperti itu dikeluarkan sebelum Pyongyang mengumumkan rencana untuk meluncurkan roket.

"Tidak ada kemungkinan besar bahwa rudal itu akan menyasar Jepang, tapi kami telah memutuskan kami harus mempersiapkan kontingensi apa pun," kata seorang sumber pemerintah kepada Kyodo.

Editor :

Egidius Patnistik


00.36 | 0 komentar | Read More

Pariwisata Yogyakarta Perlu Berbasis Budaya

Pariwisata Yogyakarta Perlu Berbasis Budaya

Minggu, 7 April 2013 | 14:30 WIB

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO

Pergelaran pawai budaya Festival Kuno lan Kini Sari Melati menyemarakkan suasana di Jalan Malioboro, Yogyakarta, Sabtu (19/1). Festival yang dipusatkan di Benteng Vredeburg tersebut turut dimeriahkan dengan acara temu sapa bersama anggota keluarga Keraton Yogyakarta dan sajian berbagai permainan tradisional.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta harus dikembangkan dengan dilandasi basis budaya setempat, sehingga diharapkan menjadi potensi yang dapat `dijual` kepada wisatawan. Hal tersebut diungkapkan Ketua Yayasan Widya Budaya Yogyakarta Widi Utaminingsih.

"Jika dilandasi dengan basis budaya lokal, diyakini pariwisata di daerah ini akan makin diminati wisatawan, dan pariwisata akan berkembang," katanya di Yogyakarta, Minggu (7/4/2014).

Menurut dia, pembangunan pariwisata berbasis budaya sudah saatnya dikembangkan sebagai gerakan penyadaran bagi pemangku kepentingan pariwisata. Untuk itu, mereka harus kembali ke basis awal, bahwa pembangunan pariwisata tidak boleh melupakan akar budaya masyarakat setempat.

Ia mengatakan pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hidup dan berkembang bersama budaya setempat, sehingga wisatawan tertarik mengunjungi daerah ini karena mengagumi produk budaya yang hidup dan dilestarikan oleh masyarakatnya sendiri.

"DIY memiliki banyak ragam budaya yang sampai saat ini masih hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Kekayaan budaya tersebut bahkan menjadi objek wisata yang menarik bagi wisatawan, misalnya tempat bersejarah, adat istiadat, masakan khas, dan kesenian tradisional," kata Widi Utaminingsih yang yayasannya bergerak dalam studi pengembangan pariwisata dan budaya berbasis potensi lokal.

Ia menyayangkan jika para pelaku usaha pariwisata di daerah ini hanya sebatas menjual potensi budaya yang dikemas dalam paket kunjungan wisata. "Padahal, di DIY juga memiliki desa budaya, desa wisata, sentra kerajinan, dan pusat kesenian rakyat," katanya.

Menurut dia, dengan kembali ke basis budaya dalam pengembangan pariwisata, diharapkan akan memperkokoh Yogyakarta sebagai pusat budaya, apalagi DIY kini sudah memiliki Undang-undang Keistimewaan.

"Selain itu, kegiatan seni dan budaya sebagai tontonan bagi wisatawan, hendaknya terus diselenggarakan, sehingga seni dan budaya yang banyak berkembang di wilayah perdesaan di DIY mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan," kata Widi Utaminingsih.


00.36 | 0 komentar | Read More

Olahraga Memancing Makin Diminati

Written By bopuluh on Sabtu, 06 April 2013 | 00.36

Olahraga Memancing Semakin Diminati

Penulis : Ismail Z | Sabtu, 6 April 2013 | 14:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Olahraga memancing diyakini akan semakin diminati di Indonesia. Selain karena kekayaan laut Indonesia yang sangat besar, olahraga ini juga tidak lagi hanya bisa dinikmati oleh kalangan tertentu.

Dulu mancing masih jadi olahraga eksklusif karena terkesan mahal, baik untuk akses maupun peralatannya. Sekarang, setiap minggu banyak yang ke Pulau Seribu.

-- Tan Sen Wie

Hal itu disampaikan Tan Sen Wie dari Federasi Olahraga Mancing Seluruh Indonesia (Formasi) saat ditemui di Deep and Extreme Indonesia 2013 di Jakarta Convention Center, Sabtu (6/4/2013).

"Dulu memancing masih jadi olahraga eksklusif karena terkesan mahal, baik untuk akses maupun peralatannya. Sekarang, setiap minggu banyak yang ke Pulau Seribu. Memancing juga sekarang enggak harus pakai kapal besar kayak dulu, pakai perahu nelayan juga sudah bisa," kata Awie.

Awie menambahkan, saat ini anggota Formasi sudah berjumlah sekitar 9200 orang di seluruh Indonesia. Ia yakin, ke depan jumlahnya akan terus bertambah. "Namun, saat ini kami tidak terlalu memikirkan itu. Sebab, yang terpenting adalah para pencinta olahraga memancing tahu tentang aturan memancing itu sendiri agar ekosistem laut tidak terganggu. Selama ini banyak yang suka memancing, tapi aturan soal panjang joran, jenis kenur, dan lainnya enggak diketahui," lanjut Awie

Pameran tahunan Deep and Extreme Indonesia 2013 digelar di Jakarta Convention Center tanggal 4-7 April. Pameran ini diikuti 130 peserta dari berbagai perusahaan yang ada di industri wisata bahari, seperti diving, dan minat khusus, seperti petualangan. Selain itu, sejumlah daerah yang memiliki destinasi untuk wisata bahari dan minat khusus juga ikut memeriahkan pameran ini.


00.36 | 0 komentar | Read More

DBD Mewabah, 9 Anak Positif DBD Dilarikan ke Rumah Sakit

DBD Mewabah, 9 Anak Positif DBD Dilarikan ke Rumah Sakit

Penulis : Kontributor Polewali, Junaedi | Sabtu, 6 April 2013 | 14:12 WIB

POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Malaria dan demam berdarah dengue (DBD) terus merebak di sejumlah kecamatan di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dari Maret hingga April tahun ini. Sebanyak sembilan anak di sejumlah lokasi dilarikan ke rumah sakit dan puskesmas terdekat lantaran dipastikan positif terjangkit demam berdarah. Dua korban terakhir terjadi di Kelurahan Takatidung, Polewali Mandar.

Laporan petugas puskesmas ke dinas kesehatan hingga Sabtu (6/4/2013) mencatat, sedikitnya sembilan anak dilaporkan terserang DBD dan harus dirawat inap petugas. Lima anak di antaranya terdapat di Kecamatan Campalagian, dua anak di Kecamatan Tinambung, dan terakhir dua anak di Kecamatan Polewali.

Laporan terbaru terjadi di Kelurahan Takatidung. Dua anak di lokasi ini kini sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Polewali karena dipastikan positif terjangkit DBD.

Penyakit malaria seperti halnya penyakit demam berdarah merupakan penyakit menular yang menyerang sel darah merah. Perbedaan utama dari kedua penyakit ini adalah, malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti.

Penyakit malaria memiliki gejala yang sangat mirip dengan demam berdarah, demikian sebaliknya. Gejala-gejala yang mirip di antara kedua penyakit ini antara lain demam tinggi, sakit kepala, muntah, nyeri otot, perdarahan, dan diare.

Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar Nurwan Katta membenarkan merebaknya penyakit malaria dan demam berdarah di sejumlah lokasi di Polewali Mandar. Menurut Nurwan, dinas kesehatan telah melakukan pengasapan massal secara terbatas di wilayah mana saja yang dipastikan positif DBD. Petugas dinas kesehatan sudah bekerja melakukan fogging massal, terutama di daerah yang dipastikan positif terjangkit DBD," ujar Nurwan.

Untuk mengantisipasi peredaran malaria dan DBD, Nurwan berharap kerja sama dari semua pihak untuk segera melaporkan begitu ada korban di daerahnya agar penyakit menular yang disebabkan oleh nyamuk Anopheles betina dan Aedes Aegypti bisa dieliminasi dan tidak menular ke warga lain.

Editor :

Hertanto Soebijoto


00.36 | 0 komentar | Read More

Dua Raksasa Bertemu di Samarinda

KOMPAS.com - Samarinda diam-diam sukses menaklukkan atensi para pengembang. Tak tanggung-tanggung, ada dua pengembang raksasa skala Nasional yang berminat menggarap ibukota propinsi Kalimantan Timur ini. Keduanya adalah Sinarmas Land dan Summarecon Agung. Mereka masuk Samarinda dalam waktu hampir bersamaan, yakni Maret dan Agustus 2012.

Kalau kami sudah menggarap sebuah kawasan, tentu saja membutuhkan lahan di atas 200 Ha. Kami akan mencukupi kebutuhan lahan dulu. Baru kemudian mulai membangunnya.

-- Johannes Mardjuki

Presiden Direktur Summarecon Agung Johannes Mardjuki membenarkan pihaknya berencana mengembangkan proyek skala besar yang akan direalisasikan dalam waktu dua hingga empat tahun ke depan. Sebagai langkah awal, melalui PT Sinar Mahakam Indah yang seratus persen sahamnya mereka miliki, telah mengakuisisi lahan seluas 328.021 meter persegi.

Pengembang dengan kapitalisasi senilai Rp 16,951 triliun ini akan membangun sebuah township development yang terintegrasi dengan fasilitas komersial, bisnis dan hiburan. Laiknya portofolio eksisting yang telah mereka kembangkan seperti Summarecon Kelapa Gading dan Summarecon Serpong. Oleh karena itu, mereka akan membeli lahan tambahan sesuai dengan kebutuhan.

"Kalau kami sudah menggarap sebuah kawasan, tentu saja membutuhkan lahan di atas 200 Ha. Kami akan mencukupi kebutuhan lahan dulu. Baru kemudian mulai membangunnya," ujar Mardjuki.

Menurutnya pasar Samarinda cukup potensial. Kebutuhan rumah menengah atas terhitung tinggi. Sayangnya, kapasitas yang tersedia terbatas.

Sementara Sinarmas Land selangkah lebih maju. Mereka telah memasuki masa pra operasi, meskipun kepemilikan sahamnya melalui PT Bumi Serpong Damai Tbk di PT Bumi Samarinda Damai hanya 35,75%.

CEO Group Sinarmas Land Michael Widjaja mengatakan pasar Samarinda lumayan besar dengan ceruk yang luas. "Masyarakat Samarinda memiliki daya beli terhitung tinggi. Ini faktor potensial yang memotivasi kami untuk mengembangkan integrated project, termasuk di dalamnya lifestyle mall. Selain fokus di perumahan, Sinarmas Land juga akan lebih agresif dalam mengembangkan sub urban mall," ucap Michael.


00.36 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com

Written By bopuluh on Kamis, 04 April 2013 | 00.36

KOMPAS.comKOMPAS.comToyota Bangun Hotel Khusus Ekspatriat JepangPolda Bali Periksa Turis Pemberi SuapPelaku Pelecehan Seksual Bocah F Diserahkan ke Kejari5 Ponsel Android MurahPetinggi PT GAMA Tersangka Kasus Investasi EmasLebih Lembut dengan Warna PastelJero Pastikan Pertamina Dapat Saham MahakamMassa Bertahan di Simpang KodimPolri Temukan Kode Peluru PindadDua Perampok Pegadaian di Jogja Ditembak MatiPerbandingan Kekuatan Militer Korut Vs KorselHatta Prihatin Inflasi TinggiKemenkeu Diminta Tolak Anggaran Kurikulum 2013Agung Laksono Jelaskan Perannya dalam Koordinasi PONEmpat PTN di Bandung Siapkan 40.000 Kursi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Thu , 04 Apr 2013 14:30:31 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang Thu , 04 Apr 2013 14:30:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1428315-hotel-khusus-ekspatriat-jepang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Toyota Tsusho Corporation yang berencana membangun hunian hotel di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap Thu , 04 Apr 2013 14:28:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/03/1613193-polisi-palak-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selain memeriksa oknum polisi penerima suap Aipda Komang Sarjana, Polda Bali rencananya juga akan memeriksa turis asing pemberi suap <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari. Thu , 04 Apr 2013 14:24:13 UTC+0700Dua tersangka kasus pelecehan seksual terhadap bocah F 5 diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari. http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah Thu , 04 Apr 2013 14:22:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/05/1826074t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berikut adalah lima ponsel Android murah yang sudah tersedia di pasaran Indonesia. Selamat memilih! <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas Thu , 04 Apr 2013 14:16:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/11/1940126-investasi-emas-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Lima orang petinggi dan pemilik PT Graha Artha Mas Abadi GAMA ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan atau penggelapan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel Thu , 04 Apr 2013 14:13:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1405478-warna-netral-dalam-ruangan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Desain interior modern umumnya melibatkan warna solid, kuat, dan terang. Tak mau mencoba warna lain yang lebih lembut, warna pastel misalnya <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam Thu , 04 Apr 2013 14:12:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0659587t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Jero Wacik memastikan PT Pertamina Persero akan mendapat jatah saham di Blok Mahakam. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim Thu , 04 Apr 2013 14:10:32 UTC+0700Sekitar 1.000 pendukung bendera bulan bintang bertahan di simpang Kodim, Banda Aceh, Kamis 4/4/2013. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad. Thu , 04 Apr 2013 14:10:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/27/0829345-aktivitas-lp-cebongan-berangsur-normal-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jenis peluru pertama berkode Pindad dan jenis peluru kedua berkode nomor ditemukan di LP Cebongan <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati Thu , 04 Apr 2013 14:10:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1356356-365-jogja-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua dari tujuh pelaku perampokan Pegadaian Syariah di Yogyakarta, berinisial AS 27 dan DRM 29, tewas ditembak petugas kepolisian. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati http://www.kompas.com Thu , 04 Apr 2013 14:02:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/127/PerangKoreaUtara231365058886_thumb.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Data perbandingan kekuatan militer antara Korea Utara versus Korea Selatan yang dibantu AS. <a href="http://www.kompas.com">[...]</a> http://www.kompas.com http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi Thu , 04 Apr 2013 14:00:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/07/0921304-hatta-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengaku prihatin terhadap tingkat inflasi khususnya Maret 2013 yang masih tinggi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013 Thu , 04 Apr 2013 13:58:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/27/1532433-aliansi-revolusi-pendidikan-tolak-kurikulum-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Koalisi Revolusi Pendidikan meminta Kementerian Keuangan menolak anggaran kurikulum 2013. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013 http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON Thu , 04 Apr 2013 13:58:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/0900178-agung-laksono-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Agung Laksono mengaku dikonfirmasi penyidik KPK mengenai peran Kemenkokesra dalam rangka koordinasi penyelenggaraan PON Riau pada 2012. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi Thu , 04 Apr 2013 13:56:09 UTC+0700Empat Perguruan Tinggi Negeri di Bandung siap menampung 40.000 peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri SBMPTN tahun 2013. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi

KOMPAS.comKOMPAS.comToyota Bangun Hotel Khusus Ekspatriat JepangPolda Bali Periksa Turis Pemberi SuapPelaku Pelecehan Seksual Bocah F Diserahkan ke Kejari5 Ponsel Android MurahPetinggi PT GAMA Tersangka Kasus Investasi EmasLebih Lembut dengan Warna PastelJero Pastikan Pertamina Dapat Saham MahakamMassa Bertahan di Simpang KodimPolri Temukan Kode Peluru PindadDua Perampok Pegadaian di Jogja Ditembak MatiPerbandingan Kekuatan Militer Korut Vs KorselHatta Prihatin Inflasi TinggiKemenkeu Diminta Tolak Anggaran Kurikulum 2013Agung Laksono Jelaskan Perannya dalam Koordinasi PONEmpat PTN di Bandung Siapkan 40.000 Kursi


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Thu , 04 Apr 2013 14:30:31 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang Thu , 04 Apr 2013 14:30:28 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1428315-hotel-khusus-ekspatriat-jepang-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Toyota Tsusho Corporation yang berencana membangun hunian hotel di kawasan Lippo Cikarang, Bekasi. <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14302813/Toyota.Bangun.Hotel.Khusus.Ekspatriat.Jepang http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap Thu , 04 Apr 2013 14:28:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/03/1613193-polisi-palak-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Selain memeriksa oknum polisi penerima suap Aipda Komang Sarjana, Polda Bali rencananya juga akan memeriksa turis asing pemberi suap <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14282581/Polda.Bali.Periksa.Turis.Pemberi.Suap http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari. Thu , 04 Apr 2013 14:24:13 UTC+0700Dua tersangka kasus pelecehan seksual terhadap bocah F 5 diserahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari.">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14241350/Pelaku.Pelecehan.Seksual.Bocah.F.Diserahkan.ke.Kejari. http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah Thu , 04 Apr 2013 14:22:31 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/05/1826074t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Berikut adalah lima ponsel Android murah yang sudah tersedia di pasaran Indonesia. Selamat memilih! <a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah">[...]</a> http://tekno.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14223131/5.Ponsel.Android.Murah http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas Thu , 04 Apr 2013 14:16:22 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/11/1940126-investasi-emas-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Lima orang petinggi dan pemilik PT Graha Artha Mas Abadi GAMA ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan atau penggelapan. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14162282/Petinggi.PT.GAMA.Tersangka.Kasus.Investasi.Emas http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel Thu , 04 Apr 2013 14:13:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1405478-warna-netral-dalam-ruangan-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Desain interior modern umumnya melibatkan warna solid, kuat, dan terang. Tak mau mencoba warna lain yang lebih lembut, warna pastel misalnya <a href="http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel">[...]</a> http://properti.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14135461/Lebih.Lembut.dengan.Warna.Pastel http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam Thu , 04 Apr 2013 14:12:07 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0659587t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral ESDM Jero Wacik memastikan PT Pertamina Persero akan mendapat jatah saham di Blok Mahakam. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14120743/Jero.Pastikan.Pertamina.Dapat.Saham.Mahakam http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim Thu , 04 Apr 2013 14:10:32 UTC+0700Sekitar 1.000 pendukung bendera bulan bintang bertahan di simpang Kodim, Banda Aceh, Kamis 4/4/2013. <a href="http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim">[...]</a> http://regional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14103273/Massa.Bertahan.di.Simpang.Kodim http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad. Thu , 04 Apr 2013 14:10:25 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/27/0829345-aktivitas-lp-cebongan-berangsur-normal-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Jenis peluru pertama berkode Pindad dan jenis peluru kedua berkode nomor ditemukan di LP Cebongan <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad.">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14102553/Polri.Temukan.Kode.Peluru.Pindad. http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati Thu , 04 Apr 2013 14:10:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/1356356-365-jogja-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Dua dari tujuh pelaku perampokan Pegadaian Syariah di Yogyakarta, berinisial AS 27 dan DRM 29, tewas ditembak petugas kepolisian. <a href="http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati">[...]</a> http://megapolitan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14100635/Dua.Perampok.Pegadaian.di.Jogja.Ditembak.Mati http://www.kompas.com Thu , 04 Apr 2013 14:02:02 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/2012/todaysphoto/upload/photo/127/PerangKoreaUtara231365058886_thumb.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Data perbandingan kekuatan militer antara Korea Utara versus Korea Selatan yang dibantu AS. <a href="http://www.kompas.com">[...]</a> http://www.kompas.com http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi Thu , 04 Apr 2013 14:00:09 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/07/0921304-hatta-rajasa-t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perekonomian Hatta Rajasa mengaku prihatin terhadap tingkat inflasi khususnya Maret 2013 yang masih tinggi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/04/04/14000979/Hatta.Prihatin.Inflasi.Tinggi http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013 Thu , 04 Apr 2013 13:58:08 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/03/27/1532433-aliansi-revolusi-pendidikan-tolak-kurikulum-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Koalisi Revolusi Pendidikan meminta Kementerian Keuangan menolak anggaran kurikulum 2013. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580845/Kemenkeu.Diminta.Tolak.Anggaran.Kurikulum.2013 http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON Thu , 04 Apr 2013 13:58:00 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/04/0900178-agung-laksono-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Agung Laksono mengaku dikonfirmasi penyidik KPK mengenai peran Kemenkokesra dalam rangka koordinasi penyelenggaraan PON Riau pada 2012. <a href="http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON">[...]</a> http://nasional.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13580096/Agung.Laksono.Jelaskan.Perannya.dalam.Koordinasi.PON http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi Thu , 04 Apr 2013 13:56:09 UTC+0700Empat Perguruan Tinggi Negeri di Bandung siap menampung 40.000 peserta ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri SBMPTN tahun 2013. <a href="http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi">[...]</a> http://edukasi.kompas.com/read/xml/2013/04/04/13560999/Empat.PTN.di.Bandung.Siapkan.40.000.Kursi


00.36 | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger