Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts Today

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Rabu, 13 November 2013 | 23.36

Harian Kompas  |  Kompas TV

Kamis, 14 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

23.36 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Selasa, 12 November 2013 | 23.36

Harian Kompas  |  Kompas TV

Rabu, 13 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

23.36 | 0 komentar | Read More

KOMPAS.COM - Not Found

Written By bopuluh on Senin, 11 November 2013 | 23.36

Harian Kompas  |  Kompas TV

Selasa, 12 November 2013

Ikuti Tur | Register

Get Personalized Here!

 |  Sign In
  • Channel
  • Channel
  • News
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Kompasiana
KOMPAS.com tidak dapat menampilkan link yang Anda tuju saat ini
Silakan tunggu beberapa saat lalu refresh halaman ini atau gunakan fasilitas search di bawah ini untuk mencari berita KOMPAS.com

Go

  • News
  • Nasional
  • Regional
  • Megapolitan
  • Internasional
  • Olah Raga
  • Sains
  • Edukasi
  • Infografis
  • Surat Pembaca
  • Ekonomi
  • Bola
  • Tekno
  • Entertainment
  • Otomotif
  • Health
  • Female
  • Travel
  • Properti
  • Foto
  • Video
  • Forum
  • Grazera
  • Kompasiana
  • KompasKarier.com
  • Midazz
  • SCOOP
  • Urbanesia
  • MakeMac
  • About Us
  • -
  • Advertise
  • -
  • Policy
  • -
  • Pedoman Media Siber
  • -
  • Career
  • -
  • Contact Us
  • -
  • RSS
  • -
  • Site Map
©2008 - 2013 PT. Kompas Cyber Media (Kompas Gramedia Digital Group). All Rights Reserved.

23.36 | 0 komentar | Read More

Maian Anak Harus Punya SNI

Written By bopuluh on Jumat, 01 November 2013 | 00.36

Mainan anak yang sebagian besar produk impor dari Cina dijual di Blok M Square, Jakarta, Selasa (16/10/2012). Tahun ini pemerintah fokus pada penerapan SNI untuk produk mainan anak, tekstil dan produk tekstil, serta elektronik. Selain untuk mengendalikan impor, peneraan SNI ini juga untuk melindungi konsumen | KOMPAS/HERU SRI KUMORO


JAKARTA, KOMPAS.com
–  Pemerintah mulai menerapkan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 24/M-IND/PER/4/2013 tentang pemberlakuan standar nasional industri (SNI) Mainan Anak hingga per 10 Oktober 2013 ini. Namun, produsen mainan anak masih diberikan tenggang waktu hingga awal Mei 2014.

"Kita memahami, tidak mudah karena persebarannya luas dan pengusahanya juga beberapa skala kecil. Sehingga Kemendag memberikan tenggang waktu, bahwa pengawasan SNI wajib berlaku tapi pengawasan barang beredar baru akan kami lakukan per Mei 2014," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krishnamurti  di Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Bayu mengatakan,  produsen yang barangnya sudah beredar sebelum 10 Oktober 2013, masih diberi kelonggaran hinggga Mei 2014.  Namun bagi produsen mainan anak yang memproduksi barangnya setelah 10 Oktober 2013 sudah harus mengikuti ketentuan SNI tersebut.

Adapun ketentuan terkait SNI mainan anak diantaranya yaitu mainan anak tidak boleh memiliki tepi tajam, mainan anak juga tidak boleh mengandung bahan yang dikatergorikan setara formalin. Selain itu, mainan anak yang terpisah, harus disertai petunjuk jelas untuk memainkannya.

"Mainan anak yang terpisah-pisah dalam ukuran sangat kecil, tidak boleh ditujukan untuk anak di bawah umur 3 tahun," lanjut Bayu.

Di luar SNI, Kementerian Perdagangan juga menggandeng Komisi Perlindungan Anak dan Kementerian Pendidikan, mengedukasi produsen dan masyarakat terkait mainan yang mempengaruhi perilaku anak.

Hal itu didasari kekhawatiran, banyaknya mainan anak yang membuat anak-anak tak banyak bergerak. "Seperti mainan yang menggunakan layar, game-game seperti itu," kata Bayu.

Editor : Erlangga Djumena


00.36 | 0 komentar | Read More

Jokowi Beri Hadiah 10 Pengemudi dan Pelajar Teladan


JAKARTA, KOMPAS.com
- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta menggelar ajang pemilihan pengemudi teladan serta pelajar pelopor keselamatan berkendara di Jakarta. Hasilnya, terpilihlah 10 orang pengemudi teladan dan 10 orang pelajar yang jadi pelopor keselamatan berkendara.

Bertempat di Terminal Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2013) pagi, Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo membagikan plakat serta tabungan bagi pengemudi serta pelajar terpilih.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono mengungkapkan, untuk kategori pengemudi, pihaknya menerima 150 peserta dari berbagai perusahaan jasa transportasi. Dari jumlah itu, Dishub menyeleksinya menjadi 100 pengemudi. Kemudian, para pengemudi itu pun menjalankan sejumlah tes kualifikasi, antara lain ilmu keselamatan lalu lintas, simulasi mengemudi dan lain-lain.

Hasilnya, dewan juri memilih 10 orang dengan nilai terbaik. Berikut, nama pengemudi transportasi umum yang terpilih jadi pengemudi terbaik 2013:
1. Dedi Sumantri dari PT Silver Bird,
2. Bagus Triwsiwi Utomo dari Damri Busway,
3. Asmanto dari PT Lintas Buana Taksi,
4. Amelia Elisabeth dari PT Semesta Indoprima,
5. Dedi Tarmidi dari PT Citra Transport Nusantara,
6. Muhammad Hanafi dari PT Cendrawasih Pertiwijaya,
7. Juprianto dari PT Lintas Buana Taksi,
8. Agung Eka Setiawan dari PT Bianglala Metro Busway,
9. Wahyu Saptamarga dari PT Lintas Buana Taksi,
10. Matawi dari PT Prima Sarijati Agung.

Sedangkan, untuk kategori pelajar pelopor keselamatan dalam berkendara, mekanisme pemilihannya sama seperti kategori pengemudi. Sebanyak 150 pelajar dari 100 setingkat SLTA disaring melalui rangkaian tes kualifikasi. Hasilnya, 10 pelajar mndapatkan nilai terbaik.

Berikut nama-nama pelajar yang terpilih:
1. Aprian farhan firdaus dari MAN 13 Jakarta,
2. Nailun Najwa dari MAN 4 Jakarta,
3. Diara Adnen Nasution dari SMA 25 Jakarta,
4. Falah Drisdianto dari SMA 61 Jakarta,
5. Naiwani Carolina dari SMA 78 Jakarta,
6. Galiza dari SMA 81 Jakarta,
7. Frida Vanesa dari SMK 24 Jakarta,
8. Adrian Yoga Pradana dari SMA 2 Jakarta,
9. Putri Clarita dari SMK 14 Jakarta,
10. Widyawati Ginting dari SMK Sahid.

Selain plakat penghargaan, peserta yang terpilih juga mendapat uang tabungan yang disponsori PT Bank DKI. Ajang pemilihan pengemudi serta pelajar teladan tersebut tampak menarik perhatian seisi terminal. Baik pedagang kaki lima, kernet, sopir hingga calon penumpang yang tengah melintas di terminal.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


00.36 | 0 komentar | Read More

Daftar Harga Hard Disk Eksternal di Indocomtech

Hard disk eksternal

KOMPAS.com - Karena menawarkan kapasitas besar, harga relatif terjangkau, dan juga praktis untuk digunakan, selama bertahun-tahun hard disk eksternal banyak dipilih sebagai medium penyimpanan data digital oleh konsumen.

Perangkat-perangkat ini pun tak absen dari pameran Indocomtech 2013 yang sedang berlangsung di Jakarta, mulai tanggal 30 Oktober hingga Minggu, 3 November mendatang.

Secara umum terdapat dua macam hard disk eksternal. Pertama adalah jenis portabel (2,5 inci) yang hanya memakai satu kabel interface untuk menyalurkan data dan daya listrik. Hard disk ini praktis untuk dibawa-bawa.

Yang kedua adalah jenis hard disk (3,5 inci) dengan enclosure eksternal yang mengandalkan pasokan daya terpisah dari kabel data, biasanya melalui unit adaptor.

Hard disk jenis enclosure eksternal biasanya berukuran lebih bongsor dibandingkan tipe portabel, namun juga menawarkan kapasitas lebih lega, mencapai kisaran 8 TB atau lebih.

Dalam pameran kali ini, harga hard disk eskternal secara keseluruhan tercatat mengalami kenaikan dibanding pada eksebisi sebelumnya di pertengahan tahun. Hal tersebut kemungkinan disebabkan oleh nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dollar AS. Berikut ini daftarnya.

Hard Disk Portabel

Transcend Storejet 25M3 500GB (USB 3.0, Anti-shock): Rp 760.000
Transcend Storejet 25M3 750 GB (USB 3.0, Anti-shock): Rp 970.000
Transcend Storejet 25M3 1TB (USB 3.0, Anti-shock): Rp 980.000
Transcend Storejet 25M3 1,5TB (USB 3.0, Anti-shock): Rp 1.350.000

Toshiba Canvio Simple 500GB (USB 3.0): Rp 580.000
Toshiba Canvio Simple 1TB (USB 3.0): Rp 795.000
Toshiba Canvio Basics 3.0 500GB (USB 3.0): Rp 570.000
Toshiba Canvio Basics 3.0 1TB (USB 3.0): Rp 784.000
Toshiba Canvio Basics 3.0 2TB (USB 3.0): Rp 1.505.000

Western Digital Elements Portable 500GB (USB 3.0): Rp 650.000
Western Digital Elements Portable 1TB (USB 3.0): Rp 870.000
Western Digital Elements Portable 2TB (USB 3.0): Rp 1.509.000
Western Digital My Passport 500GB (USB 3.0): Rp 685.000
Western Digital My Passport 1TB (USB 3.0): Rp 929.000
Western Digital My Passport 1,5TB (USB 3.0): Rp 1.195.000
Western Digital My Passport 2TB (USB 3.0): Rp 1.589.000
Western Digital My Passport Slim 1TB (USB 3.0): Rp 1.115.000
Western Digital My Passport Ultra 500GB (USB 3.0): Rp 745.000
Western Digital My Passport Ultra 1TB (USB 3.0): Rp 975.000
Western Digital My Passport Ultra 2TB (USB 3.0): Rp1.649.000
Western Digital My Passport Studio 500GB (Firewire 800): Rp 999.000
Western Digital My Passport Studio 1TB (Firewire 800): Rp 1.429.000
Western Digital My Passport Studio 2TB (Firewire 800): Rp 2.169.000
Western Digital My Passport for Mac 1TB (USB 3.0): Rp 1.069.000
Western Digital My Passport for Mac 2TB (USB 3.0): Rp 1.625.000

Hard Disk Eskternal

Transcend Storejet 35T3 1TB (USB 3.0): Rp 980.000
Transcend Storejet 35T3 2TB (USB 3.0): Rp 1.375.000
Transcend Storejet 35T3 3 TB (USB 3.0): Rp 1.800.000

Toshiba Canvio 2TB (USB 3.0): Rp 1.120.000
Toshiba Canvio 3TB (USB 3.0): Rp 1.505.000

Western Digital My Book 2TB (USB 3.0): Rp 1.219.000
Western Digital My Book 3TB (USB 3.0): Rp 1.659.000
Western Digital My Book 4TB (USB 3.0): Rp 2.215.000
Western Digital My Book Studio 2TB (USB 2.0 & Firewire 800): Rp 1.625.000
Western Digital My Book Studio 3TB (USB 2.0 & Firewire 800): Rp 2.089.000
Western Digital My Book Studio 2TB (USB 3.0 & Firewire 800): Rp 1.625.000
Western Digital My Book Studio 3TB (USB 3.0 & Firewire 800): Rp 2.047.000
Western Digital My Book Studio 4TB (USB 3.0 & Firewire 800): Rp 2.655.000
Western Digital My Book Studio II 4TB (USB 2.0 & Firewire 800) Rp: 4.105.000
Western Digital My Book Studio II 6TB (USB 2.0 & Firewire 800): Rp 5.025.000
Western Digital My Book for Mac 2TB (USB 3.0): Rp 1.255.000
Western Digital My Book for Mac 3TB (USB 3.0): Rp 1.659.000
Western Digital My Book Thunderbolt Duo 4TB (RAID, Thunderbolt): Rp 5.665.000
Western Digital My Book Thunderbolt Duo 6TB (RAID, Thunderbolt): Rp 6.879.000
Western Digital My Book Thunderbolt Duo 8TB (RAID, Thunderbolt): Rp 8.389.000
Western Digital My Book Velociraptor Duo 2TB (RAID 0/1, Thunderbolt): Rp 8.549.000


00.36 | 0 komentar | Read More

Andi Mallarangeng Mengisi Waktu di Tahanan dengan Menulis

Written By bopuluh on Kamis, 31 Oktober 2013 | 00.36


JAKARTA, KOMPAS.com - Selama berada di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Andi Mallarangeng, mengisi hari-harinya dengan membuat tulisan. Andi kembali mengasah minatnya untuk membuat tulisan yang mengedepankan wawasan serta keilmiahan. Demikian yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Nurpati seusai menjenguk Andi di Rutan KPK, Kamis (30/10/2013).

"Beliau (Andi) sudah mencoba untuk membuat suatu tulisan selama berada di sini (Rutan KPK) dan Beliau berjanji akan meneruskan, memanfaatkan waktu yang ada, dari pada tidak ada aktivitas selain proses hukumnya, nah beliau memanfaatkan untuk menulis tulisan yang mungkin bermanfaat bagi pihak lain, termasuk dirinya juga," kata Andi Nurpati.

Dia mengatakan, Andi dalam keadaan sehat ketika ditemui di Rutan hari ini. Kepada Nurpati, Andi banyak bercerita mengenai kesehariannya selama dalam tahanan. Tidak ada urusan Partai Demokrat yang ditanyakan Andi kepada Nurpati.

"Enggak, Beliau enggak ada nanya soal partai. Beliau lebih banyak bercerita tentang bagaimana mengisi waktu luang yang ada di KPK ini dan Beliau mengatakan akan menulis lagi," tutur Nurpati.

Kendati demikian, menurut Nurpati, mantan rekan separtainya itu tidak akan menulis soal kasus hukum yang menjeratnya. "Beliau tidak akan menulis tentang kasus hukum yang dialami," tambahnya.

KPK menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka atas dugaan melakukan penyalahgunaan wewenang secara bersama-sama yang mengakibatkan kerugian negara. Andi ditahan di Rumah Tahanan KPK sejak 17 Oktober 2013.

Editor : Inggried Dwi Wedhaswary


00.36 | 0 komentar | Read More

Menakertrans: Upah Harus Berdasarkan Kompetensi


JAKARTA, KOMPAS.com -
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengatakan, tinggi atau rendahnya upah harus berdasarkan kompetensi dari pekerja itu sendiri.

"Upah itu harus berdasarkan kompetensi, Misalnya gaji sarjana Rp 3,7 juta itu rendah jika kompetensinya tinggi," ujar Muhaimin di Jakarta, Kamis (31/10/2013).

Dia menambahkan, selain kompetensi, tinggi rendahnya upah juga bisa ditentukan melalui dewan pengupaHan dan juga mekanisme bipartit antara pengusaha dan pekerja. "Untuk menentukan upah, bisa memperhitungkan patokan survei, inflasi dan produktivitas," ujarnya.

Muhaimin menambahkan jangan sampai kenaikan upah buruh membahayakan atau mengancam perusahaan menjadi bangkrut, terutama perusahaan padat karya.

Pemerintah, lanjut dia, memberi perhatian khusus pada industri padat karya. Bahkan akan memberi insentif agar tetap berjalan.

Aksi mogok nasional diikuti ribuan buruh di berbagai daerah. Aksi mogok nasional yang berlangsung hingga 1 November itu memiliki beberapa tuntutan seperti upah Rp 3,7 juta untuk DKI Jakarta, menolak Inpres 9/2013, dihapuskannya sistem alih daya, dan dijalankannya jaminan kesehatan mulai 2014.

Editor : Erlangga Djumena

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Demo Buruh

00.36 | 0 komentar | Read More

Warga Petogogan Minta Sertifikat Lahan kepada Jokowi


JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua RW 05, Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Suroyo, mengapresiasi penataan kampungnya menjadi Kampung Deret. Ia pun juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerbitkan sertifikat lahan yang saat ini mereka tempati.

"Setelah ini kan sudah ditata, kita minta diberi sertifikasi lahan," ujarnya di depan Gubernur DKI Joko Widodo saat peresmian penataan kampung deret teresbut pada Kamis (31/10/2013) siang.

Suroyo mengakui, warga di kawasan yang akan ditata, tinggal di lahan negara. Warga tersebut 30 tahun lalu merupakan pekerja salah satu pabrik yang ada di sekitar daerah itu. Seiring waktu berjalan, warga mulai beranak-pinak ditambah pendatang sehingga menjadikan daerah Petogogan menjadi permukiman kumuh padat penduduk.

Selain dibuatkan sertifikat lahan, Suroyo juga meminta Pemerintah Provinsi DKI melaksanakan pembinaan usaha bagi warga setempat. Saran itu berguna untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang 30 tahun lebih ada di area itu.

Jika masyarakat di permukiman pada tersebut berdaya dan sejahtera, Suroyo yakin perilaku masyarakat pun berubah. Akibatnya, penataan kampung tersebut pun akan mengubah kesan kumuh yang selama ini dipandang masyarakat.

"Kalau semuanya sudah ditata, rumahnya, jalan di depan, drainasenya, sanitasinya, tamannya, masyarakatnya, pasti ndak kumuh lagi," ujarnya.

Di kawasan tersebut, akan ada 123 hunian yang akan ditata.Mekanismenya, satu kepala keluarga akan diberikan uang sesuai dengan perencanaan semula untuk menata rumahnya. Skema pemberian uang itu pun tak diberikan sekaligus. Pemerintah, melalui pendamping dari konsultan, memberikan uang dengan tiga termin. Tahap pertama 40 persen, tahap kedua 40 persen dan 20 persen.

Gubernur DKI Joko Widodo mengatakan, penataan kampung di Petogogan merupakan awal penataan kampung di wilayah Jakarta lainnya. Setidak nya, ada 25 titik kampung lagi yang akan ditata. Setiap penataan kampung diprediksi memakan waktu dua hingga empat bulan.

Editor : Ana Shofiana Syatiri


00.36 | 0 komentar | Read More

Priyo: Jika Benar, Tindakan Wakil Ketua Ombudsman Disayangkan

Written By bopuluh on Rabu, 30 Oktober 2013 | 00.36


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Priyo Budi Santoso menyayangkan jika Wakil Ketua Ombudsman Azlaini Agus benar menampar seorang wanita yang bertugas di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Menurutnya, tak ada alasan yang mampu membenarkan tindak kekerasan apapun alasannya.

"Kalau (penamparan) ini betul saya menyayangkan. Karena meskipun maksudnya baik, tapi kalau sudah berujung pada fisik pasti akan menimbulkan arus balik yang tidak simpatik," kata Priyo, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (30/10/2013).

Namun begitu, Priyo mengaku belum menerima informasi pasti mengenai kabar penamparan tersebut. Ia menduga, Azlaini marah dan menggunakan kewenangannya untuk mengoreksi lambannya layanan di bandara itu.

Lebih jauh, Priyo menyampaikan masalah ini merupakan salah satu risiko menjadi seorang pejabat publik. Ia berharap kabar mengenai penamparan yang dilakukan Azlaii dapat segera diklarifikasi dan terungkap fakta sebenarnya.


"Yang jadi soal tidak harus berujung pada penamparan dan seterusnya. Tapi semua tergantung pada hasil investigasi Ombudsman, kita tunggu saja apa yang terjadi," ujarnya.

Sebelumnya, melalui pernyataan tertulis, Azlaini membantah melakukan penamparan terhadap staf penerbangan Garuda Indonesia. Dia merasa hanya berurusan dengan petugas Gapura Angkasa di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. 

Azlaini mengetahui dirinya dilaporkan ke Polsek Bukit Raya oleh seorang perempuan dari staf penerbangan Garuda dari beberapa media. Ia mengaku hanya memarahi beberapa petugas Gapura Angkasa karena kecewa dengan pelayanan ketika ingin menaiki pesawat Garuda dari Pekanbaru menuju Medan.

Peristiwa itu terjadi ketika ia dan penumpang pesawat lainnya diminta segera naik ke pesawat. Namun, saat itu ternyata penumpang diminta menunggu di luar Gate I karena bus belum tiba. Kemudian, setelah menaiki bus, dia harus menunggu lagi sekitar 20 menit. Azlaini kembali menanyakan petugas mengapa harus lama menunggu. Setelah itu, dia pun tak bisa menahan amarah.

"Karena mereka tidak bisa menjawab saya langsung marah dan membentak salah seorang petugas yang kebetulan perempuan," ujarnya.

Menurut Azlaini, perempuan itu kemudian menangis dan pergi. Ombudsman RI membentuk Majelis Kehormatan untuk memeriksa dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Azlaini. Majelis Kehormatan Ombudsman terdiri dari pihak internal yaitu Petrus B Peduli dan Hendra Nurtjahjo.

Sementara itu, pihak eksternal yang merupakan akademisi atau tokoh masyarakat yaitu Masdar F Mas'udi, Harkristuti Harkrisnowo, dan Zainal Arifin Mochtar. Mereka akan mulai bekerja per tanggal 1 November 2013. Ombudsman akan menghormati langkah penegakan hukum terhadap Azlaini.

Editor : Caroline Damanik


00.36 | 0 komentar | Read More
Techie Blogger